Dipenuhi dengan variasi warna musik, ketukan yang berbeda dibanding dua album sebelumnya. Ingin memutar-balikkan mitos ‘album ketiga’, yang selama ini menghantui band-band muda.
“Ini sequel dari dua album sebelumnya,” kata Rian, memulai ceritanya tentang album ketiga d’Masiv ini. Diberi nama “Persiapan”, album ini menggambarkan sebuah langkah awal, yang selalu dibutuhkan oleh hampir semua kegiatan apapun. “Sebuah hajat besar pun dimulai dari persiapan,” kata Rian memberi analogi.
Walau sudah menelurkan dua album, d’Masiv tetap merasa mereka harus melakukan persiapan. Sebab, mereka merasa perjalanan yang dilakukan saat ini baru berada di tahap-tahap awal, belum di tengahnya, konon lagi di ujung.
Cover album ini menjadi wakil paling kasat mata dari semua itu, dan juga mengisyaratkan keinginan d’Masiv untuk menjadi lebih besar dari yang sekarang. Di sampul album itu terpampang foto The Beatles, dan peta dunia. “Peta itu cerminan cita-cita kami untuk berkeliling dunia,” kata Rian. Sejauh ini d’Masiv memang sudah manggung di beberapa negara, tetapi mereka ingin lebih jauh lagi. Sementara The Beatles adalah cerminan dari cita-cita lain yakni, agar karya d’Masiv tetap hidup abadi di telinga pendengarnya.
Yang tetap dipertahankan d’Masiv adalah konsep tanpa wajah personilnya di sampul album. Di dua album pertama hal itu diperlihatkan dengan mengosongkan bagian wajah. Di “Persiapan”, hal itu tetap juga dilakukan. Rian, misalnya, digambarkan bernyanyi dengan memalingkan wajah ke belakang. “Kami ingin dihargai karena karya, bukan karena orangnya,” ungkap Rian tentang konsep tersebut.
Di album ketiga ini ada sedikit kejutan bagi Masiver, julukan untuk para pecinta d’Masiv. “Foto-foto mereka kami masukkan ke dalam sampul album,” jelas Rian. Bagi d’Masiv, para fans itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanannya. “Kami tidak akan sampai di titik ini bila bukan karena Masiver,” ungkap Rian.
Meski tetap mengambil tema cinta sebagai pondasi, d’Masiv mencoba mengemasnya dengan cara berbeda. Mereka menyodorkan sejumlah variasi beat, aliran musik, dan format olah vokal berbeda-beda di album ini.
Tetapi, bukan berarti d’Masiv melupakan benang merah musik mereka, yang membuat nama band ini menjadi besar seperti sekarang. Rian tetap datang dengan komposisi apik, dengan lirik-lirik ‘beracun’-nya, yang membuat para pendengar terkesima, larut di dalamnya. Lengkap dengan warna vokal khas milik Rian.
Natural, yang menjadi single perdana album, ini adalah salah satu lagu ‘racun’ tadi. Malah, sebagai benang merah kesinambungan album ini dengan kumpulan karya sebelumnya, Rian dan kawan-kawan cukup banyak mempersembahkan lagu macam itu. Ini bisa didengar di Bertepuk Sebelah Tangan, Kehilangan, Beri Kami Yang Terbaik, Aku dan Kamu (Hanya Tuhan yang Tahu), dan Berbesar Hati.



0 Komentar